Pilih Laman

hari ini tepat 7hr ibu pergi menghadap Bapa di surga. ibadat sabda dengan cara hybrid digelar dikarenakan kondisi pandemi yang masih menyelimuti.

cerita sedikit mengenai kepergian ibu, tepatnya pada saat akan dimakamkan.

hari itu pukul 14.40 wib ibu menghembuskan nafas terakhirnya. meskipun gak bisa mendampingi tapi aku dan anak² langsung menuju rumah duka St. Carolus. gak banyak bicara cukup melihat jenazah ibu yang sedang di rias, cantik sekali🙂

kali ini kepergian ibu membuat kami hrs mengurus sendiri mulai dari Romo hingga tempat pemakaman. berbeda ketika bapak terdahulu semua keperluan beliau dari Romo hingga ke peristirahatan terakhir ditangani oleh pihak St. Carolus. katanya sekarang kebijakan baru, diurus oleh pihak keluarga.

singkat cerita, bapak suamik mengatakan kalo harus mengurus tempat pemakaman ibu.

oke, karena berbagai alasan akhirnya aku yang akan mengurus tempat pemakaman ibu. gak lama menjenguk jenazah ibu, akupun pulang kerumah untuk ambil surat² kelengkapan TPU.

hari udah mulai malam, tapi dengan sangat terpaksa kuajak anak², mama dan kakak untuk mengantarkan kami. sesampai di kantor TPU Pd. Rangoon ada petugas yang membantu kami untuk proses pemakaman ibu keesok harinya. petugas mengatakan bahwa per bln agustus udah gak terima lagi pemakaman baru, kalau mau di tumpang/ditumpuk dengan syarat keluarga sendiri dan minimal udah 3thn meninggalnya.

akhirnya dengan mengisi form yang diberikan selesai sudah untuk data² ibu. tapi tak hanya sampai disitu ternyata ada satu lagi proses yang bener² membuatku tercengang. petugas tersebut mengatakan bahwa aku harus menunjukkan makam bapak terdahulu supaya besok pagi bisa digali untuk mempersiapkan ibu di tumpang.

wadidawww! jrenggg! gak karu²an jantung rasanya naik turun. jam menunjukkan hampir pukul 12 malam dan kita harus masuk ke dalam area pemakaman untuk mencari makam bapak.

awalnya aku nego bisa gak sih kalau petugasnya aja, kan ada tuh tertulis dimana blad dan bloknya. tapi petugas bilang gak bisa, untuk memastikan supaya gak salah gali.

OMG! oke, aku iyakan. demi ibu😢😢

perlahan kamipun didampingi oleh 2 orang petugas TPU mulai masuk ke area pemakaman.
karena lampu penerangan gak mampu membantu dan dengan bermodal senter besar kamipun mencari makam bapak. ketemu!
memastikan bahwa itu makam bapak, petugas berulang kali bertanya. langsung tegas kujawab iyaaa, ini kan bapak saya masa lupa🤦🏽‍♀️🤦🏽‍♀️🤦🏽‍♀️

setelah petugas foto jeprat jepret untuk diberikan kepada penggali kubur akhirnya kamipun gaspol keluar dari tempat itu dan langsung tancap gas pulang kerumah.

jujur, ini pertama kalinya masuk TPU tepatnya di tengah² kuburan pakai penerangan senter di tengah malam udah kayak mau cari nomer togel.

gpp, itu semua terbayarkan dengan pemakaman ibu yg berjalan lancar meskipun hujan dan angin gede banget.

sugeng tindak, ibu.
salam penuh cinta,
🖤dias•shinta•sae•sesa🖤

 

 

%d blogger menyukai ini: