Pilih Laman

akhirnyaaa..

setelah seminggu berlalu menghadapi persalinan yang penuh dengan drama meskipun gak sampai 24 jam tapi tetap aja membekas.

senin, 5 juli 2021 jam 10 pagi aku menemui dokter kandunganku. setelah cek ternyata aku sudah pembukaan dua dan hari itu juga aku harus rawat inap.

dokter bilang kalau jam 4 sore pembukaan masih sama maka terpaksa harus di infus induksi akselerasi (untuk mempercepat kelahiran dikarenakan adanya pembukaan).

dengan ditemani bapak suamik kamipun menuju ke lantai 2 dimana terletak ruang persalinan. akupun berganti baju untuk persiapan bersalin dan bapak suamik siap² untuk melakukan swab (wajib pada saat keadaan seperti sekarang ini) dan setelah menunggu beberapa jam hasilnya negatif🙏🏼

beberapa saat kemudian aku berbaring di tempat tidur untuk mengecek ctg bayi, mengecek pembukaan lagi dan diberikan obat pencahar. semua lancar semua normal dan bidan mempersilakan untuk bisa jalan² terlebih dahulu, naik turun tangga atau bermain gymball supaya memperlancar pembukaan kelak.

keadaanku cukup stabil, aku mencoba berjalan menyusuri ruangan dan juga duduk di gymball sesuai anjuran bidan.

mendekati jam 4 sore aku siap² berbaring di tempat tidur karena bidan akan mengecek pembukaanku, berharap akan bertambah ternyata masih sama yaitu pembukaan 2. sedih rasanya mendengarkan itu karena terpaksa harus diinfus induksi🥺

gak lama perut terasa mulas lebih sering, kuhitung dengan menggunakan aplikasi ternyata pertiga menit aku merasakan kontraksi dengan jumlah waktu yang berbeda-beda.

merasakan agak sering kontraksi akhirnya bidan mengecek kembali pembukaannya dan ternyata udah pembukaan lima. seneng banget dengernya kok cepet dibandingkan sae dulu.

bidan lalu memindahkan dari kamar tunggu ke kamar bersalin. beliau berpesan kalau jam 8 malam pembukaan gak nambah terpaksa harus caesar.

aku langsung kaget mendengarkan pernyataan itu, berharap masih ada pembukaan lanjutan meskipun aku udah pernah merasakan seperti apa pembukaan demi pembukaan itu.

dan waktu yang telah ditentukan datang, jam 8 bidan mengecek pembukaanku. bertambah? gak!!! terpaksa harus caesar.

hatiku seperti runtuh mendengarkan itu dan air mata tak berhenti keluar. rasanya aku gagal dan sia² dengan segala usaha berkeinginan melahirkan secara normal.

dikepalaku bertanya kenapa gak bisa padahal baru beberapa jam sementara sae menjalani persalinan hampir 24 jam dan bisa melahirkan secara normal.

sementara aku menangis terus menerus bapak suamik meninggalkanku untuk mengurus administrasi.

bidan mulai menggantikan perlengkapan baju operasi kepadaku. memberikan suntikan pengurang rasa sakit karena pembukaan dan meninggalkanku sendiri di ruang bersalin yang sama aku pakai kira² 6 tahun yang lalu.

prosesnya begitu cepat setelah bapak suamik membereskan administrasi lalu aku dibawa ke ruang operasi. aku ditempatkan di ruang tunggu operasi sambil menunggu ruang operasi disiapkan.

aku mencoba berdamai dengan keadaan. setidaknya aku pernah menjalani persalinan normal dan sekarang caesar.

berulang kukatakan pada diriku bahwa caesar ini demi kebaikan😭😭😭

tak lama akupun dipindahkan dari ranjang untuk di kamar kelak terus pindah ke ranjang delivery menuju ke ruang operasi. sesampai di dalam ruang operasi aku dipindahkan lagi dari ranjang delivery ke ranjang operasi.

kulihat hanya ada beberapa tenaga medis yang kebanyakan laki² dan 1 bidan perempuan. tak lama datang dokter kandunganku. setelah semua set akupun di anastesi melalui tulang ekor punggung. rasanya seperti digigit semut. ditanya secara berulang apakah kakiku udah mulai mati rasa? kalo udah disuruh rebahan.

jujur aku pribadi gak merasa deg²an atau apapun, yang ada masih kecewa harus melalui persalinan seperti ini. meskipun bapak suamik dan orang² terdekat meyakinkanku untuk yang terbaik yang bisa dilakukan sekarang.

kulihat jam di layar komputer yang ada diruangan itu, proses pengambilan bayi dari perutku hanya berlangsung 10 menit saja.

dibalik jeritan tangis si kecil yang keluar dari perutku barulah aku merasa lega, hilang semua rasa kecewaku.

perkenalkan dia malaikat kedua kami:
👶🏼 maria SESAreswara pramuditha
🏥 rs. mitra keluarga depok
⏰ 22.07 wib
⚖️ 2750 grm
📏 48 cm

setelah mendengar tangisannya aku merasakan mual dan tak sempat inisiasi menyusui dini, kulihat kepergiannya melalui pintu operasi dan akupun mulai tak sadarkan diri.

terima kasih kepada para dokter yaitu dr. Sofani Munzila Sp. OG (dokter kandungan), dr. Anita Kartika Sari Sp. A (dokter anak), dr. Risal Heru Sp. An-KIC (dokter anastesi) dan nakes lainnya dalam membantu persalinanku kali ini😘

 

 

 

%d blogger menyukai ini: