Pilih Laman

tiba-tiba aku sesak nafas ketika bangun pagi ini dan mengetahui bulan telah berganti, Juni. bulan yang mempunyai banyak kisah yang dramatis hingga romantis.

mungkinkah Juni tahun ini membawa kebahagiaan atau membuat kegaduhan kembali?

kalo menilik selama 3 bulan terakhir dimana kita disarankan untuk berdiam diri dirumah aja dalam situasi dan kondisi dimana virus covid-19 menghantui dunia, ada banyak peristiwa yang terjadi sepanjang bulan itu hingga kini dalam hidupku..

seperti layaknya naik roller coaster ketika mendarat kebawah tiba-tiba bisa langsung melesat keatas dan kebawah kembali serta seterusnya. ada berbagai rasa disana yaitu takut, sedih, gembira dan bahkan penasaran ingin mencoba kembali rasa itu.

selama dirumah aja banyak kegiatan dilakukan diantaranya beberapa kali bongkar gudang dan coba untuk posting barang-barang tersebut melalui sosmed ada aja yang nyangkut pembelinya. mulai dari orang-orang terdekat sampai dengan tak kenal sekalipun. mulai dari ada yang nawar menggila sampai ada yang gak nawar sama sekali.

bahkan ada kisah selain mbak Mawar yang telah kukisahkan dalam tulisanku sebelumnya dan ada pula customerku yang menceritakan atau lebih tepatnya memintaku apabila ada barang-barang seperti pakaian yang gak terpakai tapi masih layak pakai supaya bisa disumbangkan kepada orang-orang yang berada di daerah Parung Bogor. disana ada daerah yang sampai penduduknya gak mampu beli pakaian karena terlalu sulitnya kehidupan mereka.

kebetulan customerku adalah orang yang kenal denganku jadi aku tak khawatir mengenai sumbangan itu pasti akan sampai kepada tangan yang tepat dan yang membutuhkan.

tanpa berpikir panjang aku mulai mengepak pakaian-pakaian yang udah lama gak terpakai atau bahkan jarang dipakai sekalipun namun masih layak dipergunakan untuk segera aku kirimkan kepada customerku beserta barang pesanannya.

miris rasanya..
disaat orang-orang masih mengejar harta duniawi tapi ternyata masih ada orang-orang yang untuk beli pakaian aja gak mampu, padahal menurut kita harga pakaian gak seberapa tapi mungkin mereka lebih mengutamakan hal-hal yang lebih primer atau pokok seperti makan dan biaya hidup sehari-hari ditambah dengan keadaan sekarang ini yang begitu sulitnya untuk perekonomian semua orang.

dalam hati berpikir daripada gudang penuh dengan barang-barang dan ternyata ada orang yang benar-benar membutuhkan jadi sekalian aja beramal apalagi waktu itu di bulan suci Ramadhan meskipun aku dan keluarga gak melaksanakannya tapi kami bahagia bisa berbagi di dalam kesulitan ini.

aku pribadi awalnya iseng untuk memperdagangkan barang-barang yang udah gak terpakai itu. memang sebelum-sebelumnya udah pernah kulakukan tapi kali ini rasanya berbeda karena kondisinya juga berbeda.

Tuhan mempunyai cara yang berbeda untuk menolong individunya. Ia memberikan kejutan yang terkadang diluar batas kemampuan kita berfikir.

siapa sangka pula dengan adanya “kerajinan ku” untuk cerewet memperdagangkan barang-barang yang tak terpakai itu di sosmed atau kontak pribadi menjadikan pundi-pundi bertambah. lumayan bisa buat tambah uang jajan Sae☺️

berbicara soal Sae hari ini adalah hari kedua dia demam, meskipun begitu tetap aja ceria tapi sebagai orang tua tetap aja khawatir karena apabila ini berkepanjangan terpaksa kami harus bawa ke dokter meskipun saat ini kondisi masih riskan terlebih untuk anak-anak.

meskipun ia masih berlari-larian di dalam rumah dan ngobrol macem-macem serta tetap dalam kelucuannya yang ketika difoto malah bergaya tapi baru aja aku selesai menemaninya tidur dan menggantikan bajunya dikarenakan basah oleh keringat serta berusaha menenangkan berulang kali karena ia terbangun dan mengigau dengan ngomong ngalor ngidul gak jelas.

yaa semoga ia bisa kembali bermain dan lebih ceria seperti biasanya dan mohon doanya untuk kesembuhannya🙏🏼🙏🏼🙏🏼

%d blogger menyukai ini: