Pilih Laman

bagaimana rasanya di ujung penantian lalu dikecewakan?

hari ini adalah jawabannya..

teman-teman seperjuangan di kantor lama memberikan kabar bahwa pengumuman mengenai pengurangan karyawan di kantor tersebut dilakukan hari ini, nama demi nama disebutkan dan selesailah perjuangan mereka pada akhir bulan ini.

ada rasa sedih dan terharu ketika mereka menyampaikan hal tersebut, bagaimana enggak?
tempat yang selama ini yang kutau flow keuangannya bagus tapi ternyata aku salah.
tempat yang selama ini yang kurasakan bisa mengayomi tapi ternyata aku salah.
tempat yang selama ini yang kurasakan mampu membantu orang kecil tapi ternyata aku salah.

yaa semoga saja mereka yang masih menetap ditempat itu tak hanya mendapatkan janji-janji manis aja atau mereka yang telah meninggalkan tempat itu memiliki penggantinya yang lebih baik di luar sana.

berbicara soal pengurangan karyawan karena terdampak pada ekonomi negara atau perusahaannya pailit atau kelalaian lainnya, jadi teringat masa lalu dan baru tersadar bahwa dari beberapa perusahaan yang telah kutimba ilmunya, 3 diantaranya yang telah aku tinggalkan mengalami hal yang serupa tak lama setelah aku meninggalkan tempat itu.

yang pertama perusahaan ritel:
besarlah namanya pada saat itu salah satu butik terkenal di wilayah Jakarta Selatan yang mempunyai omset fantastis bahkan sampai membuka cabang di kota lain.
cukuplah bertahan selama 3 tahun disana menduduki posisi sebagai HRD Staff dan meninggalkan tempat tersebut dengan keadaan baik dan gagah untuk mendapatkan peluang baru dan isi dompet baru pastinya.
tak lama kemudian dikabarkan perusahaan tersebut njlebbb alias bangkrut dikarenakan perbedaan misi dan visi dari kedua ownernya dan sampai saat inipun pesangon dari teman-teman belum juga dibayarkan yang tadinya telah dijanjikan.
alemoooonggg shayyy kembar aja sifatnya gak sama gimana orang lain pasti adalah selisih-selisihnya yang masing-masing mungkin gak bisa terima mengakibatkan bubar jalan!

yang kedua perusahaan minyak kelapa sawit:
dari namanya aja udah wahhh bingitttttss yesss, hehehehe..
dan emang bener kok terlihat dari gaji yang kuterima pada saat itu wow bingits ditambah fasilitas lainnya.
tapi ternyata gak menjamin kenyamanan di hati, cukup 3 bulan aja disitu sebagai HRD Manager dan nekat tanpa pekerjaan langsung keluar aja karena kok kurang sreg sama manajemennya dan ternyata benar aja gak lama kemudian itu perusahaan tutup dikarenakan ownernya melarikan diri membawa uang yang nominalnya banyak banget waktu itu dan semua karyawan sempat masuk sel selama 1 hari karena diklaim sebagai perusahaan yang menipu masyarakat. kejadian itu aku tau karena masuk berita Buser di Indosiar dan beruntunglah aku udah gak disitu lagi, bisa-bisa terkenal karena masuk tipi.

yang ketiga media (majalah):
cukup speechless kalo membicarakan perusahaan ini karena kejadiannya baru banget hari ini dan selama 2 tahun kemarin menimba ilmu disini namanya gonjang ganjing pasti ada.
gak usahlah perusahaan, kelompok kecil seperti keluarga aja gonjang ganjingnya banyak gimana dengan perusahaan yang mempunyai banyak pekerja dengan pemikiran yang berbeda-beda.
baru meninggalkan beberapa bulan dan masih berkomunikasi dengan teman-teman disana ditambah kami masih sering bertemu membuat hati terasa pedih merasakan gimana teman-teman yang akan meninggalkan tempat itu mempunyai tanggung jawab yang besar diluar nantinya.
bayangkan seandainya meraka adalah kepala keluarga yang harus menanggung beban keperluan atau mereka yang menjadi tulang punggung bagi kedua orangtuanya atau mereka yang single parents yang harus mencari nafkah untuk anak-anaknya. miris tapi aku tak bisa membantu banyak.
apalah artinya pesangon disaat kondisi seperti sekarang ini? uang akan habis dengan sendirinya kalo kita gak mempunyai penghasilan tetap kembali.
banyaknya PHK dimana-mana dan baru saja tahun ajaran baru dimulai, gak cuma keluar pundi-pundi untuk kenaikan kelas atau masuk sekolah baru tapi banyak juga lulusan anak sekolah yang membutuhkan pekerjaan yang menjadikan peluang mendapatkan pekerjaan untuk penggangguran menjadi kecil. butuh keberuntungan untuk hal itu.

lucunya dari ketiganya yang kutinggalkan gak lama mereka terdampak seperti itu. apakah aku seperti malaikat pencabut nyawa yaa?

gaklah.. aku hanyalah seorang perempuan biasa dan seorang emak-emak yang kadang nyebelin tapi kadang juga bikin gemes dan ngangenin!

tapi begitulah hidup yang bagaikan roda kadang diatas kadang dibawah kadang ndlosooor..

semoga kita yang terpisahkan mampu berjuang sama-sama untuk lebih giat dan lebih semangat meskipun sulit untuk berjumpa kembali di tengah kondisi seperti ini.

%d blogger menyukai ini: